Panduan Pemasangan Stiker One-Way-Vision

28 Agustus 2020
Oleh : Tan Very Irawan

Proses pemasangan stiker perforasi pada kaca, atau umumnya disebut dengan stiker one way vision agak sedikit berbeda dibandingkan dengan stiker biasa. Seperti hal stiker pada pemasangan lain, persiapan merupakan hal yang sangat penting. Di bawah ini merupakan panduan yang dapat membantu Anda dalam pemasangan One-Way-Vision baik itu pada mobil, etalase toko, atau bahkan jendela kaca kantor.

Setelah Proses Cetak

Bila gambar yang dicetak dengan mesin eco-solvent memiliki warna gelap dan pekat, maka pastikan stiker yang tercetak diberikan cukup waktu untuk pengeringan agar solvent dapat menguap (disarankan selama 48 jam), sebelum Anda mengaplikasikannya ke permukaan apa pun!

Persiapan sebelum Pemasangan

 

  1. Suhu lingkungan terbaik saat pemasangam adalah antara 15-40 derajat Celcius.
  2. Hindari paparan sinar matahari langsung saat memasang stiker, karena sinar UV dapat merusak lem dan menyebabkan residu.
  3. Saat membersihkan kaca sebelum pemasangan grafik, disarankan agar kaca dibersihkan dengan kain serta cairan isopropil alcohol serta kemudian dilap kering untuk menghilangkan sisa kotoran yang tertinggal pada permukaan.

Tahap Finishing

Penting untuk lakukan pemotongan keliling sekitar 0,5 cm pada semua sisi untuk mencegah stiker terangkat. Untuk mobil, perlu diketahui bahwa lapisan karet yang mengelilingi jendela mobil mudah mengembang dan berkontraksi akibat pengaruh cuaca, serta mengandung minyak yang akan mempengaruhi kekuatan lem sehingga dapat menyebabkan kerusakan.

Meski hal ini bukan merupakan jaminan karena banyaknya kemungkinan yang terjadi dalam pemasangan, tapi kami harap panduan di atas dapat membantu agar memberikan hasil terbaik dengan PROVIEW PR140 / 20R One Way Vision Film, produk one way vision pertama di Indonesia dengan rasio perforasi 80:20. Untuk info lebih lanjut tentang produk kami, silahkan hubungi kami.

Cara Menyimpan Bahan Stiker Vinyl dengan Benar

Kita semua tahu bahwa penting untuk memiliki material yang tepat untuk suatu pekerjaan. Dan tentunya juga sangat penting untuk menyimpan material tersebut dengan benar agar kondisinya baik setiap saat. Setiap produk Self Adhesive RITRAMA hadir dengan masa simpan yang terjamin asalkan pelanggan mempertahankan kondisi penyimpanan tertentu, dengan fokus pada empat elemen penting yaitu: Suhu, Air dan Kelembaban, Tekanan, dan Manajemen Stock.

Dengan mengikuti beberapa langkah sederhana, Anda dapat menghindari pemborosan dan menjaga vinil Anda dalam kondisi baik dan siap untuk proyek berikutnya.

1.MENGATUR SUHU RUANGAN YANG IDEAL

Atur suhu penyimpanan antara 15oC hingga 25oC dan kelembaban 40% hingga 60%. Jikalau suhu penyimpanan diatas dari rekomendasi, maka dikhawatirkan akan berpengaruh tidak hanya pada kekuatan adhesive, melainkan juga pada hasil cetakan.

Hindari menyimpan bahan di area dengan perubahan suhu mendadak. (contoh: area yang terpapar kontaminan luar ruang, dekat pintu terbuka, pemanas)
2. AIR DAN KELEMBABAN

Hindari kelembaban yang berlebihan atau kontak air/kelembaban langsung dengan gulungan bahan seperti pada lantai beton atau dinding eksterior. Karena hal tersebut akan merusak kertas liner sehingga mengakibatkan kerutan/gelombang di sepanjang

3.HINDARI TEKANAN PADA PERMUKAAN

Gulungan bahan agar disimpan dalam kemasan aslinya dan disimpan dalam posisi vertikal (pertimbangkan untuk menggunakan rak portabel yang disesuaikan) atau digantung pada penahan gulungan yang dipasang secara khusus.

4. MANAJEMEN PERSEDIAAN

Gunakan sistem FIFO (First in First Out)dengan memberi label yang jelas pada gulungan bahan Anda serta lakukan pencatatan terhadap sisa panjang yang tersisa. Hal ini akan membantu dalam inventarisasi dan memungkinkan Anda mengidentifikasi bahan yang dibutuhkan untuk projek tertentu dengan cepat.

Penyimpanan bahan vinil adalah hal yang sesederhana seperti menjaga terkendalinya suhu, area yang kering, dan penyimpanan secara vertikal. Dengan cara mudah ini, Anda selalu mendapatkan kinerja terbaik dari bahan RITRAMA Anda.

Cara Melepas Stiker Vinyl dengan Lebih Mudah dan Lebih Cepat

Proses pembongkaran stiker vinyl dari media umumnya dianggap oleh orang awam sebagai hal yang mudah dan tidak memerlukan persiapan, karena hanya sekedar melepaskan stiker. Akan tetapi tidak demikian pada kenyataannya karena berbagai factor dapat mempengaruhi proses pelepasan tersebut. Selain ketrampilan, Pelepasan stiker sebenarnya akan melibatkan beberapa tools yang meski sederhana tapi bermanfaat.

Sebelum mulai dengan teknik pelepasan, perlu diketahui diperhatikan beberapa hal berikut:

  • pembongkaran membutuhkan penggunaan panas dair heat gun serta melibatkan bahan kimia tertentu. Beberapa cairan penghilang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti toluen, dapat menyebabkan masalah kesehatan. Oleh karena itu sebelum menggunakan penghilang bahan kimia, bacalah lembar MSDS serta instruksi penggunaannya. Selalu gunakan peralatan keselamatan yang disarankan.
  • Ketika bekerja dengan heat gun, berhati-hatilah. Sumber panas tersebut dapat meningkatkan suhu media cukup panas yang dapat membakar jari-jari Anda hingga melepuh. Penggunaan sumber panas yang sembarangan juga dapat menyebabkan kebakaran ataupun ledakan.

  • Perlu diketahui dimana hasil atau proses dalam melepaskan stiker tentu tidak dapat diprediksi. Bahkan untuk material dari gulungan vinil yang sama, bilamana diaplikasikan ke media yang berbeda akan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda saat pelepasannya. Berbagai faktor menentukan seberapa mudah stiker dapat dilepas. Faktor-faktor ini termasuk usia stiker dan kondisi media pada saat aplikasi.
  • Kekuatan lem akan meningkat seiring waktu yang akan mempersulit pelepasan stiker. Stiker yang diaplikasikan pada pelapis cat yang masih baru (dari pabrik) akan lebih mudah dilepas, dibandingkan dengan bila diterapkan pada permukaan yang sudah di cat ulang.

Berikut adalah langkah dalam pelepasan stiker:

  1. Langkah pertama dalam proses pelepasan stiker adalah memanaskan stiker dengan heat gun. Faktor panas ini akan melembutkan facestock dan adhesive-nya sehingga stiker vinil lebih mudah dilepas dari permukaan. Panaskan sebagian besar permukaan selama kurang lebih satu menit. Biarkan heat gunterus bergerak, agar vinil atau media tidak terbakar. Berhati-hatilah saat memanaskan grafik pada media plastic untuk menghindari perubahan bentuk pada media seperti menggulung.
  1. Setelah dipanaskan, gunakan kuku jari, pengikis plastik berlapis Teflon®, seperti Lil Chizler, atau pisau plastik untuk mengangkat tepi gambar. Saat mengangkat vinil dari permukaan, tarik film pada sudut rendah (disarankan agar kurang dari 45 °) dekat dengan permukaan stiker.
  2. Saat menggunakan heat gun, rahasianya adalah menerapkan tingkat panas yang tepat, sesuatu yang hanya bisa dipelajari melalui metode trial & error. Jika vinil terlalu panas atau terlalu dingin, Anda tidak hanya akan meninggalkan residu adhesive, tetapi stiker itu sendiri akan mudah robek menjadi potongan-potongan kecil. Tetapi pada suhu optimal, stiker akan lebih mudah dihilangkan, sehingga waktu untuk pelepasan stiker akan lebih efisien.
  1. Untuk menghilangkan residu adhesive, maka setelah pembongkaran stiker, sebaiknya gunakan bahan penghilang sisa lem/adhesiveseperti minyak tanah, pengencer pernis, xylene dan citrus based remover saat melakukan pembongkaran. Sebelum menggunakan cairan penghilang ini, selalu lakukan pengujian terhadap bahan kimia tersebut pada suatu titik di permukaan yang tidak mencolok untuk memastikan penghilang tidak bereaksi dengan cat. Sebagai tambahan info, untuk permukaan kendaraan yang pernah dicat ulang akan sangat rentan terhadap kerusakan akibat pembongkaran stiker serta penggunaan bahan kimia ini.
  2. Semprotkan removerpada residu adhesive. Tunggu hingga bahan kimia bereaksi dengan residu adhesive. Saat adhesive melunak menjadi zat seperti jeli, gunakan alat pembersih karet untuk mengikis gel dari permukaan. Jika residu adhesive masih tetap menempel pada permukaan, semprotkan kembali residu dengan cairan penghapus, tunggu perekat melunak, dan kemudian bersihkan permukaannya dengan lap atau handuk kertas.
  3. Selesaikan dengan tahap terakhir, yaitu pembersihan dengan menggunakan isopropil alkohol.

Perlu diingat bahwa permukaan harus benar-benar bersih sebelum memasang stiker baru. Pemasangan stiker baru di atas sisa adhesive lama akan menjamin kegagalan stiker, karena adhesive akan menyerap bahan kimia seperti layaknya sebuah spons.

Pembongkaran dengan metode dingin

Untuk beberapa pekerjaan pembongkaran dimana penggunaan metode panas tidak akan praktis, maka anda dapat menggunakan pisau silet atau pisau cukur untuk membantu menghilangkan sisa residu.

Penggunaan Stiker dengan Adhesive Removable sebagai salah satu solusi

Berbagai pabrikan stiker telah cukup lama mengembangkan produk dengan beragam adhesive (tidak hanya permanen) untuk kebutuhan yang semakin beragam. Salah satunya ialah kebutuhan untuk hasil bongkar stiker yang bersih. Mengetahui hal ini, maka PT. MULTI VISCOMINDO selaku Distributor Resmi RITRAMA di Indonesia memperkenalkan salah satu produknya yaitu RI JET 143 GLOSS WHITE AR872, dengan ketebalan 80 mikron serta lem removable akan sangat cocok untuk para user dengan residu adhesive yang sangat minim. Produk tersebut telah diuji-cobakan pada berbagai media dengan hasil memuaskan. Apabila tertarik, hubungi kami segera untuk kami kirimkan sample.

 

Source: http://hingstssignpost.blogspot.com/

Laminating Tips: Silvering

December 30th 2019

Pernahkah Anda melihat warna keperakan dalam cetakan yang dilaminasi? Cacat ini disebut silvering. Ini disebabkan ketika gelembung udara kecil terperangkap antara perekat pada laminasi film dengan permukaan cetakan. Silvering umumnya paling terlihat di daerah bayangan gelap cetakan.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan munculnya silvering berdasarkan pengalaman kami ialah sebagai berikut:

  1. Tekanan rol yang tidak mencukupi – Umumnya terjadi pada mesin laminator manual.
  2. Proses laminasi yang terlalu cepat – Menurunkan kecepatan laminator memungkinkan lebih banyak waktu untuk memberikan tekanan pada laminasi, sehingga menyegel gelembung udara pada cetakan.
  3. Adhesive Coating yang tipis – formulasi Adhesive coating yang lebih tebal dapat mengisi area antara cetakan dan overlaminate.
  4. Hard Adhesive– formulasi Adhesive yang lebih lembut juga dapat mengisi lebih banyak area antara cetakan dan overlaminate.

Beberapa tips yang dapat kami berikan terkait hal ini ialah berkenaan dengan waktu pengeringan. Melaminasi cetakan sebelum benar-benar kering dapat menyebabkan bubble terperangkap antara media dan overlaminate. Untuk meminimalkan masalah tersebut, maka sangat disarankan untuk memberikan cukup waktu pengeringan setidaknya selama 24 jam atau lebih sebelum proses laminasi dilakukan agar hasil cetakan lebih maksimal. Selain itu juga gunakan produk yang memiliki kualitas mutu baik dari distributor yang terpercaya untuk meminimalisir deviasi dari hasil cetakan.

Terkait dengan adhesive coating, maka formulasi dari produk laminasi memiliki peranan yang penting untuk dapat menghasilkan tampilan yang baik dan meminimalisir Silvering. Adapun salah satu produk kami yaitu PROLAM merupakan produk general purpose lamination film yang telah diformulasikan dengan standar adhesive yang ketat sesuai dengan kualitas yang ditetapkan  Multi Viscomindo. Terdapat dua pilihan yaitu PROLAM V80 untuk standard Version serta PROLAM V70 untuk Economical version.

 

Referensi:

  1. http://www.midwestsign.com/blog/2019/03/27/common-issues-in-laminating-that-leads-to-bubbles/
  2. http://www.rtape.com/blog-post/laminating-tips-silvering

Your Reliable Distributor

PRESSURE SENSITIVE ADHESIVE   –   FLEX BANNER   –   INDOOR MEDIA   –   LAMINATION FILM   –   DIGITAL OFFSET MEDIA